TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kantor staf kepresidenan melakukan terobosan baru untuk mengundang peran serta masyarakat dalam pengawasan Program Pemerintah. Aplikasi LAPOR! (layanan aspirasi dan pengaduan online rakyat) dirilis kantor staf kepresidenan sebagai sistem aplikasi elektronik berbasis media sosial sebagai saluran aspirasi dan pengaduan masyarakat yang menerapkan prinsip mudah dan terpadu.

Kepala staf kepresidenan Luhut Pandjaitan, Selasa (5/5/2015), menjelaskan melalui LAPOR! Masyarakat dapat dengan mudah menyampaikan aspirasinya dan pengaduan terkait Pembangunan dan pelayanan publik melalui berbagai kanal yang tersedia.

Read more: Kantor Staf Presiden Undang Masyarakat Awasi Kinerja Pemerintah Melalui LAPOR!

VIVA.co.id - Kepala Kantor Staf Kepresidenan Luhut Binsar Panjaitan kembali meluncurkan sistem LAPOR! atau Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat. Sistem ini dulu pernah diluncurkan oleh Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) pada zaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Sistem ini dulu dibangun oleh Kuntoro Mangkusubroto.

Namun, menurut Luhut sistem yang lama ini dia kembangkan lagi menjadi lebih canggih. "Ini program lama, ini bagus sekali. Kita kembangkan, sehingga apa yang sudah dibuat Kuntoro, kita kembangkan ini, dan menurut saya ini jauh lebih canggih lagi," kata Luhut saat meluncurkan sistem ini di Bina Graha, Jakarta, Selasa 5 Mei 2015.

Read more: Kantor Staf Presiden Meluncurkan Sistem LAPOR! Buatan UKP4

DETIK.COM - Kantor Staf Presiden (KSP) meluncurkan kembali aplikasi Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (LAPOR!). Masyarakat diminta untuk ikut berpartisipasi dalam pengawasan program pemerintah.

"LAPOR! ini betul-betul kita butuhkan agar masyarakat bisa memberi pengaduan maupun aspirasinya ke kantor ini. Nanti kita pilah ada 80 kementerian dan lembaga lainnya dan juga di 34 provinsi," tutur Kepala Kantor Staf Kepresidenan Luhut Panjaitan dalam jumpa pers di Gedung Bina Graha, Jl Veteran, Jakarta, Selasa (5/5/2015).

Read more: Mau Ngeluh Soal Program Pemerintah ke Jokowi? Sampaikan ke LAPOR!

Jumat, 29 Mei 2015 Kedeputian I Kantor Staf Presiden menggelar capacity building mengenai “Kartu Sakti dan Sistem Jaminan Sosial di Indonesia” dengan narasumber Bapak Drs. Djoko Sungkono, M.M., pakar sistem jaminan sosial yang berpengalaman dalam penyusunan peta jalan implementasi Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) sekaligus mantan Direktur PT Jamsostek (Persero) dan Anggota Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN).

Djoko Sungkono menjelaskan sejarah jaminan sosial serta perdebatan dan dinamika yang muncul terkait penyusunan dan pelaksanaannya. Secara umum, beliau berpendapat keberadaan BPJS merupakan sebuah revolusi sistem dan pelayanan. Namun, terdapat beberapa catatan seiring dengan implementasi program ini, antara lain mengenai koordinasi pemangku kepentingan, pendataan kepesertaan, penyelenggaraan pelayanan dasar, dan potensi moral hazard yang muncul.

Aspek koordinasi menjadi hal vital, contohnya dengan Kementerian Kesehatan selaku regulator, dengan Pemda selaku Pembina kesehatan di daerah, serta Kementerian Dalam Negeri dan Badan Pusat Statistik yang berperan dalam pendataan dan administrasi kependudukan. Dalam hal pelayanan dasar, banyak keluhan yang muncul terkait registrasi kepesertaan, pelayanan di loket, maupun sistem daring yang dibangun, yang seharusnya bisa dioptimalisasi agar pelayanan lebih prima.

Djoko Sungkono berharap Kantor Staf Presiden dapat efektif mendorong perbaikan melalui fungsi monitoring dan evaluasi yang dimandatkan mengingat jaminan sosial – termasuk juga keterkaitannya dengan Kartu Sakti – merupakan isu strategis yang menjadi salah satu program prioritas Presiden Joko Widodo, dan kepesertaan jaminan sosial di Indonesia merupakan yang terbesar kedua di dunia. “Administrasi kependudukan adalah key success factor dalam sistem jaminan sosial nasional”, ujar Djoko.

Untuk menyukseskan program ini, kita dapat berpartisipasi dalam mengawasi pelaksanaan sistem jaminan sosial nasional dan pelayanan BPJS Kesehatan maupun BPJS Ketenagakerjaan dengan menyampaikan aspirasi dan pengaduan ke www.lapor.go.id atau SMS ke 1708.

Ayo mengawasi kinerja pemerintah bersama LAPOR!

Kami ucapkan terima kasih atas antusiasme rekan-rekan yang mendaftar dalam Program Magang LAPOR! Angkatan VII.

 

Kami telah menelaah dengan saksama satu per satu dokumen yang dikirimkan oleh pendaftar. Secara umum, setiap kandidat memiliki profil dan visi yang luar biasa. Kami sangat bangga dan mengapresiasi semangat rekan-rekan untuk berikhtiar memajukan Indonesia melalui LAPOR!.

 

Pada akhirnya, terpilih 11 orang yang bergabung dalam Program Magang LAPOR! Angkatan VII, yaitu:

1. Muhammad Fahrian Yovantra (Hubungan Internasional President University)

2. Aryo Dwi Harprayudi (Manajemen dan Kebijakan Publik UGM)

3. Haris Muhammad (Sejarah UI)

4. Qotrunnada (Matematika UI)

5. Nuzulul Rachmadien (Sastra Arab UI)

6. Mutiara Anggry Yelfira (Ilmu Pemerintahan Unpad)

7. Hazna Hidayah (Statistik Unpad)

8. Ghamdan Bagus Putra (Sistem Informasi Binus University)

9. Muhammad Arfiadi Pratama (Fisika UI)

10. Novita Natalia Kusumawardani (Ilmu Politik UI)

11. Farraz Theda (Komunikasi UI)

 

Kami tunggu kontribusi kalian yang telah terpilih. Bagi yang belum terpilih, besar harapan kami agar tetap semangat memberikan sumbangsih terbaik kepada bangsa ini melalui kegiatan positif lainnya.

 

Mari gunakan LAPOR! untuk mengawasi pembangunan dan pelayanan publik melalui www.lapor.go.id atau SMS 1708.

 

Salam hangat,

Pengelola LAPOR!

Go to top