Nasional - Deforestasi di Indonesia masih merupakan masalah krusial. Tahun lalu, penelitian yang dirilis oleh Nature Climate Change menyebutkan bahwa Indonesia menjadi negara dengan angka deforestasi tertinggi di dunia, mengalahkan Brazil.
Tahun 2011, Indonesia pertama kali mengeluarkan Moratorium Hutan melalui (Inpres) Instruksi Presiden No. 10/2011 tentang penundaan penerbitan izin baru dan penyempurnaan tata kelola hutan alam primer dan lahan gambut. Inpres tersebut terus diperbahurui dan diberlakukan hingga saat ini.

Tidak hanya melalui Inpres, pemerintah juga terus melakukan upaya penghijauan kembali hutan Indonesia. Diantaranya melalui Hari Menanam Pohon Indonesia dan Bulan Menanam Indonesia. Namun demikian, penghijauan kembali bukanlah sebuah langkah yang dapat dilakukan dalam satu atau dua bulan. Diperlukan waktu bertahun-tahun dan pemeliharaan yang baik agar pohon-pohon yang ditanam dapat tumbuh dengan baik. Disisi lain, penghijauan kembali atau reboisasi tidak dapat berhasil apabila penebangan liar masih dilakukan.

Pentingnya menjaga dan melestarikan flora bukanlah tanggung jawab pemerintah semata, namun juga seluruh lapisan masyarakat. Dampak dari pengrusakan hutan juga tidak hanya dirasakan oleh sebagian orang di wilayah tertentu, tetapi juga seluruh penghuni bumi. Bumi dan segala isinya adalah sebuah ekosistem yang berkaitan satu sama lain. Apabila satu bagian dari ekosistm terganggu, maka begitu pula dengan bagian lainnya.

Nah, memperingati hari Sejuta Pohon Sedunia, LAPOR! mengajak masyarakat Indonesia untuk melaporkan apabila melihat tindakan atau kebijakan yang merusak dan membahayakan lingkungan. Masyarakat dapat menyampaikan laporannya melalui www.lapor.go.id atau SMS ke 1708.

Dengan adanya partisipasi masyarakat, pemerintah akan mengetahui secara menyeluruh tindakan-tindakan pengrusakan lingkungan yan terjadi di masyarakat sehingga berbagai bencana lingkungan dapat dicegah.
Bahu-membahu, bergandeng tangan, mari kita lestarikan lingkungan untuk keselamatan bumi.


Selamat Hari Sejuta Pohon Sedunia. Lindungi Pohon, Selamatkan Dunia!

 

 

 

 

LAPOR!

 

Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat. 

 

#AyoLAPOR! untuk mengawasi program pemerintah melalui lapor.go.id atau SMS ke 1708

 

blog.lapor.go.id

 

Twitter/Instagram/Youtube: @LAPOR1708

 

Facebook: Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat

 

Nasional - Sebagai Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional (SP4N) LAPOR! terus berupaya menghubungkan seluruh instansi pemerintah dalam satu sistem yang terpadu. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik jo. Peraturan Presiden Nomor 76 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik, LAPOR! diimplementasikan secara nasional dan dapat dimanfaatkan masyarakat untuk pengawasan pelayanan publik.

Tercatat hingga akhir tahun 2015, LAPOR! telah terhubung dengan 10 Pemerintah Provinsi dan 5 Pemerintah Kabupaten/Kota di Indonesia. Informasi keterhubungan dengan Pemda selengkapnya dapat dilihat dalam gambar ini.

      

Dengan keterhubungan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih mudah menyalurkan aspirasi dan pengaduannya untuk pemerintah. Hal ini sejalan dengan amanat Presiden Jokowi agar suara rakyat lebih didengar, dan masyarakat dilibatkan dalam jalannya pemerintahan. Oleh karena itu, jangan ragu untuk me-LAPOR!-kan setiap permasalahan pembangunan dan pelayanan publik di Indonesia.

LAPOR!

Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat. 

#AyoLAPOR! untuk mengawasi program pemerintah melalui lapor.go.id atau SMS ke 1708

blog.lapor.go.id

Twitter/Instagram/Youtube: @LAPOR1708

Facebook: Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat


UUD 1945 Pasal 29 Ayat (2) berbunyi “Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya”. Artinya, setiap warga negara Indonesia memiliki hak konstitusional untuk memeluk agama dan kepercayaan yang diyakini oleh tiap-tiap individu.

Bertepatan dengan Hari Raya Natal 25 Desember 2015, Pengelola LAPOR! mengucapkan selamat merayakan bagi seluruh umat Kristiani di Indonesia. Mari wujudkan toleransi dan persaudaraan untuk Indonesia yang lebih baik.

#AyoLAPOR! untukmengawasi program pemerintahmelaluiwww.lapor.go.id atau SMS ke 1708
blog.lapor.go.id
Twitter/Instagram/Youtube: @LAPOR1708
Facebook: LayananAspirasidanPengaduan Online Rakyat

 

Nasional, Desember 2015. LAPOR! merupakan sarana aspirasi dan pengaduan berbasis media sosial pertama yang berprinsip mudah, terpadu, dan tuntas untuk pengawasan program pembangunan dan pelayanan publik di Indonesia. Sistem LAPOR! juga memiliki fitur-fitur pendukung antara lain: Tracking ID LAPOR! yang dapat digunakan pengguna untuk melakukan penelusuran atas suatu laporan; Anonim dan Rahasia dimana pelapor dapat merahasiakan identitasnya untuk fitur anonim dan fitur rahasia membatasi laporan yang hanya dapat diakses oleh pelapor dan instansi terlapor, fitur tersebut digunakan untuk laporan isu sensitif dan sangat privat; Peta dan Kategorisasi dimana baik pemerintah maupun masyarakat dapat memonitor berbagai isu dengan berbagai skala dan sudut pandang, baik berdasarkan lokasi geografis, topik, sampai status ketuntasan pelaporan; Opini Kebijakan yang dapat digunakan oleh instansi pemerintah yang telah terhubung sebagai sarana jajak pendapat.

Selain empat fitur pendukung tersebut, ada fitur “komentar” dalam sistem LAPOR! dimana dengan adanya fitur ini LAPORAN menjadi interaktif karena bersifat dua arah. Tidak hanya itu, jika laporan bukan berstatus rahasia, fitur ini dapat digunakan oleh pihak ketiga. Misalnya oleh pemimpin lembaga/instansi tersebut dalam mendorong kinerja lembaga/instansi mereka. Sebagaimana yang dilakukan oleh Walikota Ridwan Kamil, dalam mengapresiasi kinerja salah satu dinas di Kota Bandung.

 

 

Tujuan dari adanya berbagai fitur tersebut adalah LAPOR! dapat mengelola aspirasi dan pengaduan masyarakat secara partisipasif yang lebih baik.  Dengan demikian LAPOR! dapat digunakan secara efektif oleh masyarakat dalam menyampaikan laporan dan memastikan tindak lanjut, serta mendorong keterbukaan Pemerintah.

 

 

 

 

LAPOR!

Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat. 

#AyoLAPOR! untuk mengawasi program pemerintah melalui lapor.go.id atau SMS ke 1708

blog.lapor.go.id

Twitter/Instagram/Youtube: @LAPOR1708

Facebook: Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat

 

Nasional, Desember 2015. Agenda Prioritas Nasional pada masa Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, dikenal dengan Nawa Cita. Ada sembilan aspek yang menjadi prioritas pemerintah yaitu; kehadiran Negara untuk melindungi segenap bangsa, tata kelola Pemerintahan yang bersih efektif, demokratis dan terpercaya, pembangunan dari daerah dan desa, reformasi sistem dan penegakan hukum yang bebas korupsi, bermartabat dan terpercaya, meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia, meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing, mewujudkan kemandirian ekonomi, revolusi karakter bangsa, dan memperteguh ke-Bhineka-an serta memperkuat restorasi sosial Indonesia.

Aspek-aspek prioritas nasional tersebut kemudian diterjemahkan dan dituangkan ke dalam program-program yang dijalankan oleh Kementerian dan Lembaga Negara. Pengawasan dan Pengendalian atas Program-Program Prioritas Nasional tersebut dilakukan oleh Kedeputian 1, Kantor Staf Presiden. Dalam implementasi program-program prioritas tesebut, diperlukan pengawasan dan pengendalian yang bisa memastikan bahwa program-program prioritas tersebut dijalankan dengan baik dan tepat sasaran. Misalnya: Program prioritas pembangunan dari Desa, harus dipastikan bahwa anggaran desa digunakan secara efektif dan efisien untuk pembangunan desa dalam kerangka negara kesatuan. Untuk memastikan hal tersebut terlaksana dengan baik dan tepat sasaran, peran Kedeputian 1, Kantor Staf Presiden sangat vital karena bertanggung jawab penuh atas pengawasan dan pengendalian program-program prioritas nasional tersebut.

Dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya, Kedeputian 1 memliki beberapa sistem teknologi dan informasi yang mendukung perannya. LAPOR! merupakan salah sistem teknologi informasi yang dilelola dan dikembangkan oleh Kedeputian 1, Kantor Staf Presiden. Selain LAPOR! Kantor Staf Presiden juga memiliki SISPAN (Sistem Pengendalian Program Prioritas), PANTAU (Partisipasi Nasional untuk Pembangunan), ONE DATA, SISMONTEP (Sistem Monitoring TEPRA) dan Media Monitoring. Untuk lebih jelas dapat dilihat melalui gambar berikut:

Sumber : ksp.go.id

Kedeputian 1 memastikan bahwa program-program prioritas dilaksanakan dengan baik dan tepat sasaran melalui berbagai kanal yang dikelola dan dikembangkannya, dari internal sampai eksternal. LAPOR! merupakan kanal yang menerima aspirasi dan pengaduan langsung dari masyarakat. Sehingga fungsi LAPOR! merupakan sumber informasi bagi pemerintah terkait implementasi isu-isu terkait Nawa Cita di lapangan. Pengelola LAPOR! memilih beberapa laporan yang masuk ke sistem LAPOR! terkait isu-isu Nawa Cita dan memberikan kesimpulan/saran dari isu-isu tersebut. Dengan demikian melalui kanal LAPOR! masyarakat berperan langsung dalam implementasi program-program prioritas. Laporan-laporan terpilih tersebut dipublikasikan oleh Pengelola LAPOR! setiap minggunya. Untuk mengakses laporan pilihan tersebut silahkan masuk ke tab “Publikasi” pada blog.lapor.go.id.

 

 

 

LAPOR!

Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat.

#AyoLAPOR! untuk mengawasi program pemerintah melalui lapor.go.id atau SMS ke 1708

blog.lapor.go.id

Twitter/Instagram/Youtube: @LAPOR1708

Facebook: Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat

 

Go to top