Sepanjang Februari 2019 upah buruh tani secara riil naik sebesar 0,62%. Kenaikan upah riil tersebut terjadi akibat deflasi pada periode Februari sebesar 0,08%. (Badan Pusat Statistik, 2019). Kenaikan upah riil tidak dapat dijadikan acuan kesejahteraan buruh di Indonesia mengingat demonstrasi yang marak dilakukan pada Peringatan Hari Buruh. Tuntutan pekerjaan yang tidak sesuai dengan pendapatan yang diterima menyebabkan ketidakpuasan pekerja. Pada artikel kali ini, mari kita mengingat kembali sejarah penetapan hari buruh, Selamat Membaca #SahabatLAPOR!

 

Hari buruh di dunia pertama kali ditetapkan pada Kongres 1886 oleh Federation of Organized Trades and Labor Unions yang diberlakukan mulai 1 Mei 1886. Hari buruh ditetapkan sebagai hari perjuangan keras pekerja dunia untuk memberikan semangat baru kepada perjuangan para pekerja yang mencapai titik masif di era tersebut. Roda ekonomi suatu negara sangat dipengaruhi oleh peran buruh, selain itu juga para buruh juga menjadi pemasok devisa bagi negara khususnya bagi para buruh yang bekerja di luar negeri .

Pada tahun 1920 Indonesia juga mulai memperingati hari Buruh. Pergerakan Tentara Boeroeh Adidarmo telah dimulai sejak 1918 yang mengajukan protes atas tindakan sewenang-wenang yang dilakukan Patih Probolinggo terhadap pangrehpraja rendahan bumiputra di Probolinggo. Ki Hajar Dewantara merupakan salah satu tokoh penting dalam sejarah buruh di Indonesia. Beliau adalah penerjemah lagu "Internationale" yang dianggap lagu kebangsaan kaum komunis sedunia ke bahasa Melayu. Lagu tersebut diterjemahkan oleh Ki Hajar ketika menyambut perayaan Hari Buruh 1 Mei 1920. Dalam perayaan Hari Buruh Internasional 1 Mei 1920 di Semarang.

Sejak masa pemerintahan Orde Baru hari Buruh tidak lagi diperingati karena gerakan buruh dihubungkan dengan gerakan dan paham komunis yang ditabukan di Indonesia pada 1965. Semasa Soeharto berkuasa, aksi untuk peringatan Hari Buruh masuk kategori aktivitas subversif, karena selalu dikonotasikan dengan ideologi komunis. Ketakutan bahwa gerakan massa buruh yang dimobilisasi akan menghasilkan kerusuhan, ternyata tidak pernah terbukti. Sejak peringatan Hari Buruh tahun 1999 tidak pernah ada tindakan destruktif yang dilakukan oleh massa buruh yang masuk kategori “membahayakan ketertiban umum / negara”.

Setelah era Orde Baru berakhir, walaupun bukan hari libur, setiap tanggal 1 Mei kembali dirayakan oleh buruh di Indonesia dengan demonstrasi di berbagai kota. Tuntutan 1 Mei sebagai hari buruh dan libur nasional telah diajukan sejak kepemimpinan Presiden Gusdur dan Megawati. Akhirnya pada era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono, tepatnya 29 April 2013, 1 Mei ditetapkan sebagai hari buruh dan libur nasional baru terwujud.

Kesejahteraan buruh di Indonesia saat ini didukung dengan jaminan hidup yang diberikan oleh pemerintah diantaranya jaminan Pekerjaan oleh Kementerian Ketenagakerjaan, jaminan pendapatan oleh Kementerian Keuangan, dan jaminan sosial oleh Kementerian Sosial. Hal ini bukan hanya tanggung jawab negara loh #SahabatLapor!, kita semua harus berperan aktif demi mencapai negara yang sejahtera, adil, dan damai. .

Marilah kita bersama meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui LAPOR! dengan cara mengajukan aduan ataupun aspirasi mengenai pelayanan publik di Indonesia. Silakan sampaikan tanggapan anda melalui website www.lapor.go.id atau SMS ke 1708.

Go to top