Seorang pengunjung tempat wisata Benteng Kuto Besak, yang terdapat di Kota Palembang, mengeluhkan bahwa tempat wisata tersebut dipenuhi oleh pedagang kaki lima (PKL). Tempat wisata yang seharusnya menjadi tempat rekreasi yang nyaman, justru menjadi tempat rekreasi yang tidak kondusif karena banyaknya PKL liar, mulai dari PKL yang menjajakan makanan, odong-odong, dan berbagai mainan anak lainnya. Selain itu, pengunjung tersebut ternyata juga menemukan bahwa di Benteng Kuto Besak terdapat CCTV. Namun, pemanfaatan CCTV tersebut belum optimal karena tidak didukung oleh pengawasan langsung oleh Pemerintah Kota Palembang.

Pengunjung tersebut melaporkan kejadian yang ia alami karena kurangnya peran pemerintah dalam menyediakan tempat wisata yang nyaman dan aman bagi masyarakat. Dalam waktu empat hari setelah laporan pengunjung tersebut dilaporkan melalui SMS ke 1708, Pemerintah Kota Palembang meneruskan laporan tersebut kepada Satpol PP Kota Palembang, dan petugas langsung turun untuk menindak dan menertibkan kawasan wisata Benteng Kuto Besak. Petugas menemukan berbagai barang bukti serta menangkap pihak yang melakukan pelanggaran.

Setelah dilakukan penertiban tersebut, lokasi wisata Benteng Kuto Besak sudah kembali nyaman bagi pengunjung. Pemerintah Kota Palembang juga mengapresiasi pelapor karena telah turut serta dalam mengawasi dan melaporkan pelanggaran-pelanggaran yang terjadi di wilayah Kota Palembang.

Untuk laporan lengkapnya, dapat dilihat dengan tracking ID #1916449. Mari turut peduli dengan masalah sekitar Anda dengan ikut melaporkan dan mengawal pembangunan serta pelayanan publik melalui LAPOR! di www.lapor.go.id atau SMS ke 1708. (AWN)

Halo, rekan-rekan LAPOR!. Pernahkah kamu melapor melalui website LAPOR!? Apakah laporan kamu tidak dapat diverifikasi oleh Admin LAPOR! atau mendapatkan tindak lanjut yang tidak tepat? Kenapa bisa begitu? Mungkin rekan-rekan LAPOR! belum menjadi pelapor yang baik.

Apa sih manfaat menjadi pelapor yang baik?

1. Membantu Tim LAPOR! memverifikasi laporan kamu.

2. Mempermudah instansi terkait untuk memberikan tindak lanjut yang cepat dan tepat.

3. Rekan LAPOR! belajar menyampaikan laporan dengan kronologis dan lengkap.

Untuk menjadi pelapor yang baik, mari simak beberapa cara berikut:

1. Menuju website LAPOR! (www.lapor.go.id). Silakan login menggunakan email dan password kamu. Jika belum, silakan mendaftar dahulu sebagai pengguna LAPOR!.

2. Jika sudah masuk ke halaman utama, tuliskan masalah yang ingin kamu laporkan. Jangan lupa uraikan kronologi laporan tersebut, dengan jelas dan lengkap, termasuk di dalamnya pihak dan instansi apa yang kamu maksud. 

3. Agar dapat ditindaklanjuti sesuai dengan kejadian, jangan lupa menyertakan lokasi kejadian yang kamu maksud serta waktu kejadian tersebut. Kamu dapat menggunakan fitur "Anonim" dan "Rahasia" untuk menyamarkan nama kamu dan merahasiakan laporan kamu.

4. Jangan dikirim dulu! Baca sekali lagi laporan kamu apakah sudah sesuai dengan maksud kamu menuliskan laporan atau belum. Oh iya, sebagai orang Indonesia, kamu juga harus melapor dengan Bahasa Indonesia. Jadi, pastikan laporan kamu sudah menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar ya.

5. Kalau kamu memiliki bukti terkait laporan kamu, contohnya: foto, video, atau dokumen lain, silakan lampirkan bukti tersebut dalam laporan kamu. Tetapi, jika tidak ada, jangan khawatir laporan kamu tidak ditindaklanjuti. Lampiran ini berguna untuk instansi terkait menindaklanjuti laporan kamu.

6. Klik tombol "LAPOR!" untuk mengirim. Kini laporan kamu sudah terkirim dan silakan menunggu laporan kamu diverifikasi oleh Tim LAPOR!.

Setelah laporan kamu diverifikasi, tetap kawal dan ikuti perkembangan laporan kamu. Apabila tindak lanjut yang diberikan belum memuaskan, rekan LAPOR! dapat memberikan respon mengenai tindak lanjut tersebut. Mari mulai sekarang kita menjadi pelapor yang baik. (AWN)

LAPOR! atau Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat telah dikembangkan sejak tahun 2011 dan telah berjalan hingga tahun 2018 ini. LAPOR! awalnya merupakan inisiatif dari Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP-PPP) yang kemudian dilanjutkan pengelolaannya oleh Kantor Staf Presiden (KSP). Selama beberapa tahun, LAPOR! dikelola dan dikembangkan terus oleh KSP. Namun, saat ini LAPOR! tidak lagi sepenuhnya dikelola oleh KSP.

Mulai tahun 2016, sejak dilakukannya Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Pemanfaatan Sistem Aplikasi Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (SP4N-LAPOR!), LAPOR! kini dikelola oleh 3 lembaga, yaitu Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB), Kantor Staf Presiden (KSP), dan Ombudsman Republik Indonesia. Ketiga lembaga ini memiliki perannya masing-masing dalam pengelolaan SP4n-LAPOR! saat ini.

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi atau lebih dikenal dengan Kemenpan RB bergerak dalam ranah pelayanan publik, dimana menjadi pengarah para Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam memberikan pelayanan publik prima bagi masyarakat Indonesia. Kemenpan RB bertindak sebagai pembina pelayanan publik. Dan hal ini sejalan dengan tujuan utama LAPOR! untuk menjadi kanal pengawasan dan pengaduan pelayanan publik. Dan berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) No. 76/2013 tentang Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik, akhirnya diberikan mandat kepada Kemenpan RB untuk mengelola SP4N, termasuk LAPOR! di dalamnya. Oleh karena itu, saat ini LAPOR! dikelola secara operasional oleh Kemenpan RB, serta menjadi pihak utama yang akan mengarahkan LAPOR! selanjutnya. 

Setelah mengembangkan dan membesarkan LAPOR!, KSP kini memiliki peran untuk memberikan dukungan infrastruktur serta fasilitas agar LAPOR! tetap berjalan, di samping tetap memegang peran untuk melaksanakan transisi operasional LAPOR! dari KSP ke Kemenpan RB. KSP juga berperan dalam merancang sistem SP4N-LAPOR! Ini. KSP sendiri juga berperan dalam melakukan pengawalan program prioritas pemerintah dan dengan LAPOR! pengawalan ini dilakukan.

Dalam LAPOR!, Ombudsman Republik Indonesia memiliki peran sebagai pengawas penyelenggaraan pelayanan publik. Ombudsman RI sendiri juga dapat menjadi pintu selanjutnya apabila laporan masyarakat yang disampaikan melalui LAPOR! tidak terselesaikan.

Selama tahun 2017 hingga tahun 2018, proses transisi telah dilakukan dengan lancar. Dan ketiga lembaga ini saling bersinergi satu sama lain untuk terus mengembangkan LAPOR! agar dapat menjadi kanal nasional dalam rangka perbaikan dan pengawalan pelayanan publik. Dan diharapkan SP4N-LAPOR! akan semakin besar dan turut serta dalam perbaikan program pemerintah. (AWN)

LAPOR! sebagai sebuah aplikasi pengelolaan pengaduan tidak dimaksudkan untuk menggantikan aplikasi pengelolaan pengaduan yang sudah ada ataupun menutup kemungkinan pengembangan aplikasi pengelolaan pengaduan lainnya. LAPOR! ada untuk mendukung pengelolaan pengaduan pemerintah, dengan menghubungkan masyarakat dengan instansi pemerintah, maupun antara instansi pemerintah yang satu dengan instansi pemerintah yang lain.

Bentuk dukungan LAPOR! terhadap pengelolaan pengaduan pemerintah yang sudah berjalan diwujudkan dalam bentuk Aplication Programming Interface (API). API LAPOR! memungkinkan masyarakat / instansi pemerintah untuk menarik data LAPOR! untuk menganalisis maupun mengintegrasikan aplikasi pengaduan yang sudah berjalan di instansi pemerintah dengan LAPOR!. Tujuannya adalah agar semakin mempermudah masyarakat dalam menyampaikan pengaduan dan aspirasinya serta meningkatkan partisipasi publik dalam pengawasan program pembangunan.

API LAPOR! terbagi pada dua kelompok besar, yaitu API Akses Data LAPOR! dan API Integrasi Laporan LAPOR!.

API Akses Data LAPOR!

API Akses Data LAPOR! merupakan API yang dapat digunakan untuk menarik data-data pengaduan masyarakat serta data terkait lainnya yang masuk di LAPOR!. Data laporan yang terdapat di API sudah tidak termasuk data laporan rahasia serta data diri pelapor.

Untuk melihat laporan yang asli di website LAPOR! bisa mengecek tautan https://www.lapor.go.id/pengaduan/"TrackingID" 

Data "TrackingID" dapat ditarik pada bagian Daftar Pengaduan.

API ini menggunakan struktur format JSON dalam komunikasinya.

URL : https://www.lapor.go.id/api/services/f01/gettopics

Method : POST

Parameter : “KEYTOKEN” Token akses yang diberikan oleh tim LAPOR!

Output :

 [... 

"id":"13", 

"parent":"3", 

"topic_name":"Teknologi Informasi dan Komunikasi" 

}, 

...]

Keterangan Output :

 “id” 

Nomor id dari topik

“parent” 

Nomor id dari topik yang menjadi parent topic.

Bernilai 0 jika topik tersebut merupakan parent topic.  

“topic_name”

Nama topik.

URL : https://www.lapor.go.id/api/services/f01/getunit

Method : POST

Parameter : “KEYTOKEN” Token akses yang diberikan oleh tim LAPOR!

Output :

 [ 

"id": "10601", 

"parent_id": "993", 

"nama": "Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan", 

"nama_alias": "", 

"emails": "", "alamat": "", 

"website": "", 

"telp": "", "fax": "" 

]

Keterangan Output :

 “id” 

Nomor id dari suatu unit.

“parent_id” 

Nomor id dari unit yang menjadi parent unit dari unit tersebut.

Bernilai 0 jika unit tersebut merupakan parent unit.  

“nama”

Nama unit.

“nama_alias”

Nama lain dari unit. 

"emails"

Alamat email dari unit.

"alamat"

Lokasi fisik dari unit.

"website"

Situs yang dimiliki unit.

"telp"

Nomor telepon unit.

"fax"

Nomor fax unit.

URL : https://www.lapor.go.id/api/services/f01/getarea

Method : POST

Parameter : “KEYTOKEN” Token akses yang diberikan oleh tim LAPOR!

Output :

[...{ 

"id": "1", 

"parent_id": "0", "area_name":

"Aceh", "latitude": "4.57369",

"longitude": "96.8358" 

},...]

Keterangan Output :

 “id” 

Nomor id dari area tersebut.

“parent” 

Nomor id dari area yang menjadi parent area.

Bernilai 0 jika area tersebut merupakan parent area.  

“area_name”

Nama area.

“latitude”

Nilai lintang dari area tersebut.

"longitude"

Nilai bujur dari area tersebut.

URL : https://www.lapor.go.id/api/services/f01/streams

Method : POST

Parameter : 

“KEYTOKEN”

Token akses yang diberikan oleh tim LAPOR!

“order_by”

Parameter untuk mengurutkan stream laporan berdasarkan beberapa kategori. Kategori yang menjadi isi parameter ini di antaranya: “TrackingID”, “Kategori”, “JudulLaporan”, “IsiLaporan”, “DisposisiInstansi”, “Area”,“TanggalLaporanMasuk”, “TanggalDisposisi”, “TanggalLaporanAktivitasTerakhir”

“order_opt”

Parameter untuk menampilkan urutan secara menaik atau menurun berdasarkan kategori yang diisi di order_by. Isi parameter ini adalah “asc” untuk urutan menaik atau “desc” untuk urutuan menurun.

 

“filter_by”

 

Parameter untuk menyaring laporan yang ditampilkan berdasarkan kategori tertentu. Kategori yang menjadi isi dari parameter ini adalah: “KategoriID”, “DisposisiInstansiID”, “Status”, “AreaID”, “isi”, “TrackingID”, “TimestampLaporanMasuk”, “TimestampTanggalDisposisi”, “TimestampTanggalAktivitasTerakhir”, “TimestampTanggalLaporanDitutup"

 

“filter_opt”

 

Parameter pembanding antara isi filter_by dengan nilai yang diisikan di filter_value . Isi dari parameter ini adalah operator pembanding: =, >, <, >=, <=, isi

 

“filter _value” 

 

Nilai yang dibandingkan dengan isi filter_by 

 

“limit” 

 

Batasan laporan yang akan dikembalikan oleh API

Output :

"error": 0, "message": "success", 

"data": {

"rows": [ 

"TrackingID": "1441835", "Pelapor": "Anonim", 

"JudulLaporan": "Pendaftaran PPU PNS", 

"IsiLaporan": "Apa persyaratan pendaftaran anak ketiga dari seorang anggota PNS?", 

"Kategori": "Permintaan Informasi Tentang Pendaftaran 

PPU PNS", 

"KategoriID": "345", 

"DisposisiInstansi": "BPJS Kesehatan KC Pangkalpinang",

"DisposisiInstansiID": "10185", "Area": "Zed", 

"AreaID": "31163", 

"Status": "Selesai", 

"TanggalDisposisi": "18 March 2016 19:05:19", "TanggalLaporanMasuk": "07 January 2016 00:00:00", "TanggalLaporanAktivitasTerakhir": "18 March 2016 

19:05:19", 

"TanggalLaporanDitutup": "18 March 2016 19:05:19", "TimestampLaporanMasuk": "1452099600", 

"TimestampTanggalDisposisi": "1458302719", 

"TimestampTanggalAktivitasTerakhir": "1458302719", "TimestampTanggalLaporanDitutup": "1458302719" 

 },… 

Keterangan Output :

 “error” 

Nilai Error.

“message” 

Pesan Error.   

“data”

Objek data.

“rows”

Array data.

“TrackingID”

Nilai id suatu laporan.

“Pelapor”

Nama pelapor.

“JudulLaporan”

Judul laporan.

“IsiLaporan”

Konten dari laporan. 

“Kategori”

Kategori dari laporan.

 “KategoriID”

Nilai id dari kategori laporan tersebut.

“DisposisiInstansi”

Nama instansi yang didisposisikan laporan tersebut.

“DisposisiInstansiID”

 Nilai id dari instansi yang didisposisikan.

 “Area”

 Area dari laporan tersebut berada.

“AreaID”

Nilai id dari area laporan tersebut.

“Status”

Status tindak lanjut laporan tersebut.

Bernilai "Belum" jika belum ditindaklanjuti.

Bernilai "Proses" jika sudah ditindaklanjuti tapi belum selsai.

URL : https://www.lapor.go.id/api/services/f02/getstreams

Method : POST

Parameter : 

“KEYTOKEN”:

Token akses yang diberikan oleh tim LAPOR!

“instansi_id”:

Unit instansi id, default : instansi sesuai token aksesnya

“mulai”

Mulai dari nomor record/baris,default:0

 

“jumlah”:

 

Jumlah data, default :10

  • - Filter by Kategory/Topik

“cKategori” 

1, filter kategori/topik aktif,default:0 

“kategori” 

id kategori/topik, jika lebih dari 1 pisahkan dengan | (pipe)

  • - Filter by Tag

“cTag”

1, filter Tag aktif,default:0 

“Tag”

id Tag, jika lebih dari 1 pisahkan dengan | (pipe)

  • - Filter by Area 

“cArea”

1, filter Tag aktif,default:0 

“Area”

id Area, jika lebih dari 1 pisahkan dengan | (pipe)

“Status”

Status tindak lanjut laporan. 

Bernilai “Belum” jika belum ditindaklanjuti. 

Bernilai “Proses” jika sudah ditindaklanjuti tapi belum selesai. 

Bernilai “Selesai” jika laporan sudah selesai. 

Bernilai “Salinan” mengembalikan nilai laporan yang di salin ke pemilik token akses. 

 “isHold” 

1, untuk laporan yang sedang di hold, -1 tidak dihold, default:0 

“isProsesLastPelopor”

1 untuk filter laporan proses yang tindak lanjut terakhir adalah pelapor, deafault : 0

“Urutan”

Asc/desc, default : desc

“fUrutan”

Field urutan tracking_id, masuk, disposisi, aktivitas, tutup), default : disposisi Output: 

 

 

"error": 0, 

"message": "success", 

"data": { 

"TOTAL": "50669", 

"ROWS": [ 

"tracking_id": "1540812", 

"tanggal": "14 July 2016 00:00:00", 

"status": "Selesai", 

"klasifikasi": { 

"id": "3", 

"nama": "Permintaan Informasi" 

}, 

"area_laporan": { 

"provinsi_id": "15", 

"kabupaten_id": "762", 

"kecamatan_id": "4403", 

"kelurahan_id": "50912", 

"provinsi": "Jawa Timur", 

"kabupaten": "Mojokerto", 

"kecamatan": "BANGSAL", 

"kelurahan": "Sumbertebu" 

}, 

"pelapor": "I Gede Kondra", 

"anonim": "Tidak", 

"rahasia": "Tidak", 

"sumber_laporan": "Tatap Muka", 

"kategori": [ 

"kategori_id": "318", 

"kategori_parent_id": "175", 

"kategori_id_nama": "Permintaan Informasi Tentang Jaminan Pelayanan" 

}, 

"kategori_id": "175", 

"kategori_parent_id": "129", 

"kategori_id_nama": "Pelayanan Kesehatan" 

}, 

"kategori_id": "129", 

"kategori_parent_id": "5", 

"kategori_id_nama": "BPJS Kesehatan" 

}, 

"kategori_id": "5", 

"kategori_parent_id": "0", 

"kategori_id_nama": "Kesehatan"

}

], 

"judul_laporan": "Jaminan pelayanan tes Lab",

"isi_laporan": "Yth. BPJS Kesehatan KC Mojokerto,

Pasien disuruh melaksanakan tes lab oleh RS Sumber Glagah namun harus menyiapkan dana Rp 1,5 juta. Apabila tidak ingin dikenakan biaya, maka pasien akan dirujuk ke RSUD Dr.Soetomo Surabaya. Apakah tes lab dikenakan biaya? Tes sebelumnya tidak pernah dikenakan biaya sama sekali oleh RSUD Dr.Soekandar. Pasien atas nama Sumaiyah dengan nomor kartu 0000098635127

Mohon informasinya, terima kasih",

"disposisi": {

"disposisi_ke_instansi_id": "10227",

"disposisi_ke_instansi_nama": "BPJS Kesehatan KC Mojokerto",

"disposisi_tanggal": "19 July 2016 12:16:37",

"disposisi_oleh_instansi_id": "10227",

"disposisi_oleh_instansi_nama": "BPJS Kesehatan KC Mojokerto",

"disposisi_oleh_user": "User BPJS Kesehatan KC Mojokerto"

},

"instansi_terkait": [],

"tindaklanjut": [

{

"tindaklanjut_instansi_id": "10227",

"tindaklanjut_instansi_nama": "BPJS Kesehatan KC Mojokerto (BPJS Kesehatan Divisi Regional VII)",

"tindaklanjut_tanggal": "19 July 2016 12:16:37",

"tindaklanjut_isi": "Yth. Bapak I Gede Kondra,\n\nTerima kasih atas pertanyaan yang telah disampaikan terkait jaminan pelayanan kesehatan yaitu tes Lab.\n\nTelah kami konfirmasi ke RS Sumberglagah bahwa tes tersebut hanya dapat dilakukan di RSUD Dr.Soetomo. Namun karena pasien tidak berkenan untuk dirujuk, maka pasien diinformasikan dapat melakukan tes Lab di Lab lainnya dengan cara mengirimkan sampel yang diuji ke Lab di Surabaya, sehingga dikenakan biaya sekitar Rp 1,5 juta. Hal ini dikategorikan APS (Atas Permintaan Sendiri). Namun apabila pasien berkenan dirujuk, maka pasien akan diberikan rujukan ke RSUD Dr Soetomo.Demikian kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya diucapkan terima kasih. Semoga Bapak dan keluarga senantiasa sehat.\n\nSalam,\nBPJS Kesehatan\n"

}

],

"tags": [

{

"id_tag": "19555",

"nama_tag": "bpjs kesehatan bp veteran"

}

],

"tanggal_laporan_ditutup": "19 261 2016 12:16:37"

},

{

"tracking_id": "1540534", 

"tanggal": "19 July 2016 08:19:04", 

"status": "Belum", 

"klasifikasi": { 

"id": "3", 

"nama": "Permintaan Informasi" 

}, 

"area_laporan": { 

"provinsi_id": "23", 

"kabupaten_id": "883", 

"kecamatan_id": "5893", 

"kelurahan_id": null, 

"provinsi": "Kalimantan Timur", 

"kabupaten": "Samarinda", 

"kecamatan": "SAMARINDA ULU", 

"kelurahan": null 

}, 

"pelapor": "Andy .", 

"anonim": "Tidak", 

"rahasia": "Ya", 

"sumber_laporan": "web", 

"kategori": [ 

"kategori_id": "128", 

"kategori_parent_id": "129", 

"kategori_id_nama": "Pelayanan Administrasi" 

}, 

"kategori_id": "129", 

"kategori_parent_id": "5", 

"kategori_id_nama": "BPJS Kesehatan" 

}, 

"kategori_id": "5", 

"kategori_parent_id": "0", 

"kategori_id_nama": "Kesehatan" 

], 

 

  • - Pesan yang ditampilkan jika error karena Tanggal disposisi Awal dan Akhir harus diisi 

 { 

"error":1, 

"message":"Tanggal disposisi Awal dan Akhir harus diisi (max 31 hari)." 

}  

URL : https://www.lapor.go.id/api/services/f01/statistik

Method : POST

Parameter : “KEYTOKEN” Token akses yang diberikan oleh tim LAPOR!

Output :

 {"862":{"sub":{"880":{"id":"1215693","source_api":"all","tanggal":"2016-10-04","instansi_id":"880","belum":"469","proses":"90","selesai":"1361","parent_nid":"862","InstansiName":"Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) Kota Bandung","sub":[],"rtl":"10.38"},"893":{"id":"1215919","source_api":"all","tanggal":"2016-10-04", "instansi_id":"893","belum":"6","proses":"37","selesai":"1456","parent_nid":"862","InstansiName":"Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung","sub":[],"rtl":"6.79"},"897":{"id":"1215991","source_api":"all","tanggal":"2016-10-04”,

 

 

API Integrasi Laporan LAPOR!

API Integrasi Laporan LAPOR! merupakan API yang dapat digunakan oleh Instansi Pemerintah atau penyedia kanal pengaduan pelayanan publik lainnya jika ingin mengirimkan pengaduan yang diterimanya ke LAPOR!.

Jika Instansi atau Organisasi anda ingin menggunakan API ini, silakan siapkan Server dengan IP Public Static terlebih dahulu. Lalu kirimkan email ke kontak@lapor.go.id dengan informasi IP Static Public server anda dan URL yang akan digunakan untuk menerima tindak lanjut laporan dari LAPOR!.

API ini menggunakan struktur format XML dalam komunikasinya.  

URL : https://www.lapor.go.id/api/stream/addstream

Mekanisme : 

  • Lapor Mengirim Masukan berupa XML ke sistem K/L/D/I
  • Sistem Mengirim XML Keluaran ke sistem LAPOR! 

Contoh XML Masukan :

Contoh XML Keluaran :

 

Keterangan Gambar = 

  • Pelapor memasukan laporan baru melalui sistem K/L/DI.
  • Sistem K/L/D/I selanjutnya akan meminta laporan melalui xml masukan ke sistem LAPOR!.
  • LAPOR! merespon permintaan dan mengirimkan XML keluaran kepada sistem K/L/D/II untuk menampilkan atribut yang di minta (contoh : Tracking ID). 

Keterangan XML =

  • - Element trackingid pada XML keluaran adalah nomor unik laporan tersebut di LAPOR!. Nomor ini akan digunakan sebagai penanda tindak lanjut laporan nantinya. Element trackingid ini hanya muncul jika nilai element status bernilai 1 (sukses)
  • - URL dipanggil pada saat terdapat laporan yang ingin dikirimkan ke LAPOR!
  • - Element email pada XML masukan merupakan element opsional
  • - Element telepon pada XML keluaran merupakan nomor telepon seluler, karena akan digunakan untuk mengirimkan notifikasi SMS pada pelapor
  • - Attribute rahasia dan anonim pada Element laporan digunakan untuk menentukan nilai kerahasiaan dan keanoniman default pada laporan yang disampaikan, bernilai ‘1’ jika iya dan ‘0’ tidak
  • - Element kategori pada XML masukan merupakan element opsional
  • - Element kategori berisi kategori default terkait laporan ini melihat dari attribute id yang disampaikan
  • - Element area pada XML masukan merupakan element opsional
  • - Element area berisi area default terkait laporan ini melihat dari attribute id yang disampaikan
  • - Element disposisi pada XML masukan merupakan element opsional
  • - Element disposisi berisi instansi default yang akan mendapat disposisi terkait laporan melihat dari attribute id yang disampaikan
  • - Element tags pada XML masukan merupakan element opsional
  • - Element tags dapat mempunyai lebih dari 1 child element
  • - Element tags berisi tag default melihat dari attribute id yang disampaikan
  • - Element lampiran pada XML masukan merupakan element opsional
  • - Element lampiran dapat mempunyai lebih dari 1 child element
  • - Element status XML keluaran bernilai 1 jika sukses atau 0 jika gagal
  • - Element trackingid pada XML keluaran adalah nomor unik laporan tersebut di LAPOR!. Nomor ini akan digunakan sebagai penanda tindak lanjut laporan nantinya. Element trackingid ini hanya muncul jika nilai element status bernilai 1 (sukses)
  • - Element transaksiid merupakan kode unik transaksi ini hanya muncul jika nilai element status bernilai 1 (sukses)

Mekanisme : 

  • Lapor! : Mengirim Masukan berupa XML ke sistem K/L/D/I
  • Sistem : Mengirim XML Keluaran ke sistem LAPOR! 

Contoh XML Masukan :

 

Contoh XML Keluaran :

 

Keterangan Gambar = 

  • Pelapor meminta notifikasi disposisi laporan di sistem LAPOR! melalui URL sistem K/L/D/I.
  • Sistem LAPOR! mengirimkan notifikasi disposisi laporan ke sistem K/L/D/I yang dapat dilihat pelapor melalui sistem K/L/D/I.
  • Sistem K/L/D/I membalas dengan memberikan respon dan tracking id pelapor ke sistem LAPOR!. 

Keterangan XML =

  • - XML ini akan dikirimkan ke url yang sudah disiapkan K/L/D/I setiap ada laporan yang didisposisikan atau disalinkan ke K/L/D/I yang sudah terdaftar untuk integrasi ke LAPOR!
  • - Nilai element trackingid merupakan nilai yang sama seperti pada bagian ‘Memasukkan Laporan Baru’ 
  • - Attribute id pada element kategori merupakan id kategori yang ada di LAPOR!
  • - Attribute id pada element disposisi merupakan id instansi yang ada di LAPOR!
  • - Attribute id pada element salinan merupakan id instansi yang ada di LAPOR!
  • - Element lampiran merupakan element opsional, menandakan jumlah lampiran yang ada di laporan tersebut dan dapat dilihat di website LAPOR!
  • - Element salinan merupakan element opsional  
  • - Element salinan mempunyai child element sampai
  • - Element informasitambahan merupakan element opsional  
  • - Element informasitambahan mempunyai child element < info1> sampai < info2> 
  • - Element transaksiid merupakan kode unik transaksi ini, bernilai sama baik pada XML masukan maupun XML keluaran  
  • - Attribute type pada element lapor agar selalu bernilai RESPON 
  • - Attribute type pada element laporan sesuai dengan XML masukan, dalam hal ini ‘DISPOSISI’ 
  • - Element tanggal pada XML keluaran merupakan waktu notifikasi diterima
  • - Element status dapat bernilai ‘SUKSES’ atau ‘GAGAL’ 
  • - Element pesan merupakan element opsional, dan merupakan pesan sukses atau alasan kegagalan penerimaan notifikasi 
  • - Untuk mengunduh lampiran, menggunakan method POST dengan data token 

Mekanisme : 

  • LAPOR! : Mengirmkan XML Masukan ke Sistem K/L/D/I 
  • Sistem : Mengirimkan XML Keluaran ke Sistem LAPOR! 

Contoh XML Masukan :

 

Contoh XML Keluaran :

 

Keterangan Gambar =

  • Pejabat penghubung/admin domain melakukan tindak lanjut laporan melalui sistem K/L/D/I
  • Sistem K/L/D/I akan memasukan tindak lanjut laporan tersebut ke sistem LAPOR!
  • Sistem LAPOR! akan merespon sistem K/L/D/I dengan memberikan respon berupa keluaran API input tindak lanjut laporan kepada sistem K/L/D/I.
  • Sistem LAPOR! juga akan mengirimkan notifikasi tindak lanjut kepada sistem yang telah disediakan oleh K/L/D/I.
  • Sistem K/L/D/I memberikan respon berupa XML keluaran notifikasi tindak lanjut kepada sistem LAPOR! dimana hasil dari notifikasi tersebut juga dapat dilihat oleh pelapor. 

Keterangan XML =

  • - XML keluaran pada akan dikirimkan ke url yang sudah disiapkan K/L/D/I setiap ada tindak lanjut pada laporan yang didisposisikan atau disalinkan ke K/L/D/I yang sudah terdaftar untuk integrasi ke LAPOR!
  • - Nilai element trackingid merupakan nilai yang sama seperti pada bagian ‘Memasukkan Laporan Baru’
  • - Attribute tlid pada element tindaklanjut merupakan id kategori yang ada di LAPOR!
  • - Attribute type pada element tindaklanjut merupakan penanda siapa yang mengirimkan tindak lanjut, dapat bernilai ‘Administrator’, ‘Pemerintah’, ‘Komunitas’, ‘Pelapor’, ‘Penanggung Jawab’ 
  • - Attribute id pada element oleh merupakan id instansi yang ada di LAPOR!, attribute ini hanya muncul saat pengirim bertipe ‘Pemerintah’
  • - Element lampiran merupakan element opsional, menandakan jumlah lampiran yang ada di laporan tersebut dan dapat dilihat di website LAPOR!
  • - Element transaksiid merupakan kode unik transaksi ini, bernilai sama baik pada XML masukan maupun XML keluaran
  • - Attribute type pada element lapor agar selalu bernilai RESPON
  • - Attribute type pada element laporan sesuai dengan XML masukan, dalam hal ini ‘TINDAKLANJUT’
  • - Element tanggal pada XML keluaran merupakan waktu notifikasi diterima
  • - Element status dapat bernilai ‘SUKSES’ atau ‘GAGAL’
  • - Element pesan merupakan element opsional, dan merupakan pesan sukses atau alasan kegagalan penerimaan notifikasi 

Mekanisme : 

  • LAPOR! : Mengirmkan XML Masukan ke Sistem K/L/D/I 
  • Sistem : Mengirimkan XML Keluaran ke Sistem LAPOR! 

Contoh XML Masukan :

 

Contoh XML Keluaran :

 

Keterangan XML =

  • - XML ini akan dikirimkan ke url yang sudah disiapkan K/L/D/I setiap perubahan status pada laporan yang didisposisikan atau disalinkan ke K/L/D/I yang sudah terdaftar untuk integrasi ke LAPOR!
  • - Attribute type pada element dapat bernilai ‘PROSES’ atau ‘TUNTAS’
  • - Nilai element trackingid merupakan nilai yang sama seperti pada bagian ‘Memasukkan Laporan Baru’
  • - Nilai element status dapat bernilai ‘PROSES’ atau ‘TUNTAS’
  • - Element transaksi id merupakan kode unik transaksi ini, bernilai sama baik pada XML masukan maupun XML keluaran
  • - Attribute type pada element lapor agar selalu bernilai RESPON  
  • - Attribute type pada element laporan sesuai dengan XML masukan, dalam hal ini ‘PROSES’ atau ‘TUNTAS’
  • - Element tanggal pada XML keluaran merupakan waktu notifikasi diterima  
  • - Element status dapat bernilai ‘SUKSES’ atau ‘GAGAL’
  • - Element pesan merupakan element opsional, dan merupakan pesan sukses atau alasan kegagalan penerimaan notifikasi 

Mekanisme : 

  • Sistem K/L/D/I : Mengirmkan XML Masukan ke LAPOR!
  • LAPOR! : Mengirimkan XML Keluaran ke Sistem K/L/D/I 

Contoh XML Masukan (Sistem K/L/D/I) :

 

Contoh XML Keluaran :

 

Keterangan XML =

  • - URL dipanggil pada saat terdapat laporan yang ingin dikirimkan ke LAPOR! 
  • - Element trackingid pada XML masukan merupakan kode unik laporan yang menandakan tindak lanjut yang dikirimkan terkait laporan apa
  • - Element userid menandakan user yang akan tercatat di LAPOR! sebagai pengirim tindak lanjut, data userid akan diinformasikan dari LAPOR! terhadap instansi terkait  
  • - Element instansiid menandakan instansi yang akan tercatat di LAPOR! sebagai pengirim tindak lanjut, data instansiid akan diinformasikan dari LAPOR! terhadap instansi terkait
  • - Element userid dan Element instansiid saling terkait dan tidak bisa digunakan dengan kombinasi yang tidak tepat  
  • - Element tanggal berisi tanggal dan waktu tindak lanjut terjadi
  • - Element isi berisi narasi dari tindak lanjut yang disampaikan
  • - Element lampiran pada XML masukan merupakan element opsional
  • - Element lampiran dapat mempunyai lebih dari 1 child element
  • - Attribute id pada element userapi akan diberikan oleh LAPOR! dan unik untuk tiap Instansi 

 

 

 

Jumat (16/12/2016) – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional menggelar diskusi Rencana Aksi Keterbukaan Pemerintah atau Open Government Indonesia (Renaksi OGI) 2016-2017. Renaksi yang diselenggarakan di Bappenas merupakan renaksi pertama yang disusun dan ditetapkan di era pemerintahan Presiden Joko Widodo sejak beliau menjadi Presiden pada bulan Oktober 2014 lalu.

Dalam upaya membangun tata kelola yang bersih, efektif, demokratis, dan terpercaya, Presiden Joko Widodo menetapkan lima agenda pembangunan nasional. Pertama, melanjutkan konsolidasi demokrasi untuk memulihkan kepercayaan publik. Kedua, meningkatkan peranan dan keterwakilan perempuan dalam politik dan pembangunan. Ketiga, membangun transparansi dan akuntabilitas kinerja pemerintahan. Keempat, menyempurnakan dan meningkatkan kualitas reformasi birokrasi nasional. Kelima, meningatkan partispasi publik dalam proses pengambilan kebijakan.

Lebih jauh, Renaksi OGI 2016-2017 diharapkan mampu membantu menjawab tantangan utama yang dihadapi oleh pemerintah, terutama dalam rangka mewujudkan pemerintahan yang lebih terbuka dan akuntabel. Kedepannya, Renaksi OGI berfokus dalam hal akses informasi publik yang terbatas, saluran partisipasi publik yang terbatas, dan penyediaan pelayanan publik yang belum optimal.

Secara spesifik Renaksi OGI mencoba mendorong sisi pemanfaatan dari keterbukaan informasi, mendorong tingkat partisipasi publik di dalam sistem penyelenggaraan pemerintahan, dan mewujudkan pemerintahan yang responsif terhadap kebutuhan dan aspirasi masyarakat.

Untuk menjawab ketiga tantangan tersebut, Renaksi OGI 2016-2017 membagi empat fokus utama. Pertama, peningkatan partisipasi publik. Kedua, perbaikan tata kelola pemerintahan, reformasi birokrasi, dan penguatan pelayanan publik. Ketiga, penguatan keterbukaan informasi publik, terakhir penguatan tata kelola data.

Dalam mewujudkan keterbukaan, ada beberapa program kunci yang telah berjalan sejak tahun 2012 dalam rangka mendorong agenda keterbukaan pemerintah. Program kunci tersebut antara lain Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (LAPOR), Inisiatif Satu Data Indonesia, transparansi progress penganggaran, serta pembentukan PPID dan Penetapan Standar Layanan Informasi Publik – Implementasi UU 14/ 2008.

Go to top