Apakah teman-teman LAPOR! tahu tentang pilihan melapor dengan cara “Anonim” dan “Rahasia”?

Dengan adanya dua pilihan melapor, enggak perlu khawatir tentang identitas atau data pribadi yang sudah Anda lampirkan ke LAPOR! Data Anda tetap aman dan tidak akan digunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Berikut cara menggunakannya :

  1. Apabila melapor lewat lapor.go.id dapat memilih pilihan “Anonim” atau “Rahasia” di bagian bawah sebelah kanan kolom pengisian laporan. 
  2.  Apabila melalui SMS ke 1708, dapat meminta untuk membuat laporan tersebut “Anonim” atau “Rahasia”

Fitur “Anonim” berguna untuk membuat identitas pelapor, seperti nama, email, dan nomor telpon, tidak dapat dilihat oleh pihak terlapor maupun publik. Dengan fitur ini, data rekan LAPOR! akan berubah menjadi “Anonim” secara otomatis dan tidak ada yang akan tahu nama pelapor.

Enggak hanya itu, nama pelapor juga tidak dapat diketahui oleh masyarakat, bahkan Kementerian Lembaga dan Pemerintah Daerah atau K/L/D.

Adapun fitur “Rahasia” berfungsi untuk membuat seluruh laporan rekan LAPOR! menjadi tidak dapat dilihat oleh publik. Laporan hanya dapat dilihat oleh pelapor dan instansi yang dilaporkan.

Tak hanya itu, Anda juga dapat menggunakan fitur “Anonim” dan “Rahasia” bersamaan. Sehingga, nama Anda menjadi anonim dan laporannya tidak akan bisa dilihat oleh publik. Jadi, enggak susah kan menggunakan dua fitur ini? Ayo LAPOR! melalui www.lapor.go.id atau SMS ke 1708. (CR)

Read more: Mau Laporan Anda Jadi Anonim atau Rahasia, Ini Caranya!

Data mahasiswa Anda tidak terdaftar dalam laman Forlap DIKTI. Mari LAPOR!

Laman forlap.ristekdikti.go.id atau biasa disebut laman Forlap Dikti adalah informasi yang berasal dari Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti) yang merupakan kumpulan data perguruan tinggi secara nasional yang dikelola Pusat Data dan Informasi Iptek Dikti.

Pendataan pendidikan tinggi mulai diberlakukan pada tahun akademik 2002/2003. Adapun untuk perguruan tinggi agama dan kementerian lain, mulai diberlakukan antara tahun 2009-2014. Kendati demikian, terdapat mahasiswa yang mengaku datanya belum terdaftar.

Hingga kini, sudah ada beberapa mahasiswa dan yang sudah lulus melapor melalui web LAPOR! Beragam laporan mereka sampaikan, di antaranya data seperti ijazah yang tidak masuk atau belum terdaftar di Forlap DIKTI, kesalahan data, dan sebagainya. Para pelapor pun menilai jika data tak ditemukan, maka ijazah S1/S2/S3 dianggap palsu, dan masalah lainnya.

Langsung saja, ini simulasi bagaimana cara melihat data mahasiswa di laman PDDikti (forlap).

  1. Langkah pertama silahkan mengunjungi laman PDDikti http://forlap.dikti.go.id/
  2. Setelah masuk di PDDikti, selanjutnya silahkan masuk pada Menu > Pencarian Data sub menu > Profil Mhs
  3. Kemudian anda akan diarahkan pada halaman Pencarian data mahasiswa.
  4. Untuk nama perguruan tinggi silahkan masukkan kata kunci nama perguruan tinggi, tulis perlahan saja nanti akan ditampilkan daftar perguruan tinggi tujuan anda. (Pastikan perguruan tinggi terdaftar)
  5. Kemudian pilih prodi asal anda, kata kunci bisa NIM atau Nama (yang lebih tepat NIM)
  6. Kemudian masukkan kode captcha dengan benar dan Klik > Cari Mahasiswa (jika captcha sudah betul akan tetapi masih dianggap salah oleh sistem, ganti/klik gambar captcha)
  7. Setelah itu anda akan diarahkan ke laman data mahasiswa hasil pencarian (Selamat anda berhasil)
  8. Untuk melihat detail mahasiswa silahkan klik Nama Mahasiswa anda, sehingga anda akan diarahkan ke laman detail profil mahasiswa.
  9. Untuk melihat riwayat study bisa di klik tulisan > Riwayat Study

Jika belum terdata, Anda jangan khawatir! Belum terdata bukan berarti ijazah kalian dianggap palsu atau ilegal. Bisa jadi data belum selesai dilaporkan. Untuk itu, segera hubungi Perguruan Tinggi guna meminta pengelola PDDikti melengkapi dan memperbarui data yang valid.

Anda juga bisa melapor melalui pelayanan pengaduan publik LAPOR! di www.lapor.go.id atau sms ke 1708. (CR)

 

Read more: Belum Terdaftar di Forlap DIKTI? Ayo Cek dan LAPOR!


Seorang pengunjung tempat wisata Benteng Kuto Besak, yang terdapat di Kota Palembang, mengeluhkan bahwa tempat wisata tersebut dipenuhi oleh pedagang kaki lima (PKL). Tempat wisata yang seharusnya menjadi tempat rekreasi yang nyaman, justru menjadi tempat rekreasi yang tidak kondusif karena banyaknya PKL liar, mulai dari PKL yang menjajakan makanan, odong-odong, dan berbagai mainan anak lainnya. Selain itu, pengunjung tersebut ternyata juga menemukan bahwa di Benteng Kuto Besak terdapat CCTV. Namun, pemanfaatan CCTV tersebut belum optimal karena tidak didukung oleh pengawasan langsung oleh Pemerintah Kota Palembang.

Pengunjung tersebut melaporkan kejadian yang ia alami karena kurangnya peran pemerintah dalam menyediakan tempat wisata yang nyaman dan aman bagi masyarakat. Dalam waktu empat hari setelah laporan pengunjung tersebut dilaporkan melalui SMS ke 1708, Pemerintah Kota Palembang meneruskan laporan tersebut kepada Satpol PP Kota Palembang, dan petugas langsung turun untuk menindak dan menertibkan kawasan wisata Benteng Kuto Besak. Petugas menemukan berbagai barang bukti serta menangkap pihak yang melakukan pelanggaran.

Setelah dilakukan penertiban tersebut, lokasi wisata Benteng Kuto Besak sudah kembali nyaman bagi pengunjung. Pemerintah Kota Palembang juga mengapresiasi pelapor karena telah turut serta dalam mengawasi dan melaporkan pelanggaran-pelanggaran yang terjadi di wilayah Kota Palembang.

Untuk laporan lengkapnya, dapat dilihat dengan tracking ID #1916449. Mari turut peduli dengan masalah sekitar Anda dengan ikut melaporkan dan mengawal pembangunan serta pelayanan publik melalui LAPOR! di www.lapor.go.id atau SMS ke 1708. (AWN)

Read more: Kepedulian Pengunjung Membuat Tempat Wisata Lebih Nyaman

Halo, rekan-rekan LAPOR!. Pernahkah kamu melapor melalui website LAPOR!? Apakah laporan kamu tidak dapat diverifikasi oleh Admin LAPOR! atau mendapatkan tindak lanjut yang tidak tepat? Kenapa bisa begitu? Mungkin rekan-rekan LAPOR! belum menjadi pelapor yang baik.

Apa sih manfaat menjadi pelapor yang baik?

1. Membantu Tim LAPOR! memverifikasi laporan kamu.

2. Mempermudah instansi terkait untuk memberikan tindak lanjut yang cepat dan tepat.

3. Rekan LAPOR! belajar menyampaikan laporan dengan kronologis dan lengkap.

Untuk menjadi pelapor yang baik, mari simak beberapa cara berikut:

1. Menuju website LAPOR! (www.lapor.go.id). Silakan login menggunakan email dan password kamu. Jika belum, silakan mendaftar dahulu sebagai pengguna LAPOR!.

2. Jika sudah masuk ke halaman utama, tuliskan masalah yang ingin kamu laporkan. Jangan lupa uraikan kronologi laporan tersebut, dengan jelas dan lengkap, termasuk di dalamnya pihak dan instansi apa yang kamu maksud. 

3. Agar dapat ditindaklanjuti sesuai dengan kejadian, jangan lupa menyertakan lokasi kejadian yang kamu maksud serta waktu kejadian tersebut. Kamu dapat menggunakan fitur "Anonim" dan "Rahasia" untuk menyamarkan nama kamu dan merahasiakan laporan kamu.

4. Jangan dikirim dulu! Baca sekali lagi laporan kamu apakah sudah sesuai dengan maksud kamu menuliskan laporan atau belum. Oh iya, sebagai orang Indonesia, kamu juga harus melapor dengan Bahasa Indonesia. Jadi, pastikan laporan kamu sudah menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar ya.

5. Kalau kamu memiliki bukti terkait laporan kamu, contohnya: foto, video, atau dokumen lain, silakan lampirkan bukti tersebut dalam laporan kamu. Tetapi, jika tidak ada, jangan khawatir laporan kamu tidak ditindaklanjuti. Lampiran ini berguna untuk instansi terkait menindaklanjuti laporan kamu.

6. Klik tombol "LAPOR!" untuk mengirim. Kini laporan kamu sudah terkirim dan silakan menunggu laporan kamu diverifikasi oleh Tim LAPOR!.

Setelah laporan kamu diverifikasi, tetap kawal dan ikuti perkembangan laporan kamu. Apabila tindak lanjut yang diberikan belum memuaskan, rekan LAPOR! dapat memberikan respon mengenai tindak lanjut tersebut. Mari mulai sekarang kita menjadi pelapor yang baik. (AWN)

 

Read more: Mari, Menjadi Pelapor yang Baik!

LAPOR! atau Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat telah dikembangkan sejak tahun 2011 dan telah berjalan hingga tahun 2018 ini. LAPOR! awalnya merupakan inisiatif dari Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP-PPP) yang kemudian dilanjutkan pengelolaannya oleh Kantor Staf Presiden (KSP). Selama beberapa tahun, LAPOR! dikelola dan dikembangkan terus oleh KSP. Namun, saat ini LAPOR! tidak lagi sepenuhnya dikelola oleh KSP.

Mulai tahun 2016, sejak dilakukannya Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Pemanfaatan Sistem Aplikasi Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (SP4N-LAPOR!), LAPOR! kini dikelola oleh 3 lembaga, yaitu Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB), Kantor Staf Presiden (KSP), dan Ombudsman Republik Indonesia. Ketiga lembaga ini memiliki perannya masing-masing dalam pengelolaan SP4n-LAPOR! saat ini.

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi atau lebih dikenal dengan Kemenpan RB bergerak dalam ranah pelayanan publik, dimana menjadi pengarah para Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam memberikan pelayanan publik prima bagi masyarakat Indonesia. Kemenpan RB bertindak sebagai pembina pelayanan publik. Dan hal ini sejalan dengan tujuan utama LAPOR! untuk menjadi kanal pengawasan dan pengaduan pelayanan publik. Dan berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) No. 76/2013 tentang Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik, akhirnya diberikan mandat kepada Kemenpan RB untuk mengelola SP4N, termasuk LAPOR! di dalamnya. Oleh karena itu, saat ini LAPOR! dikelola secara operasional oleh Kemenpan RB, serta menjadi pihak utama yang akan mengarahkan LAPOR! selanjutnya. 

Setelah mengembangkan dan membesarkan LAPOR!, KSP kini memiliki peran untuk memberikan dukungan infrastruktur serta fasilitas agar LAPOR! tetap berjalan, di samping tetap memegang peran untuk melaksanakan transisi operasional LAPOR! dari KSP ke Kemenpan RB. KSP juga berperan dalam merancang sistem SP4N-LAPOR! Ini. KSP sendiri juga berperan dalam melakukan pengawalan program prioritas pemerintah dan dengan LAPOR! pengawalan ini dilakukan.

Dalam LAPOR!, Ombudsman Republik Indonesia memiliki peran sebagai pengawas penyelenggaraan pelayanan publik. Ombudsman RI sendiri juga dapat menjadi pintu selanjutnya apabila laporan masyarakat yang disampaikan melalui LAPOR! tidak terselesaikan.

Selama tahun 2017 hingga tahun 2018, proses transisi telah dilakukan dengan lancar. Dan ketiga lembaga ini saling bersinergi satu sama lain untuk terus mengembangkan LAPOR! agar dapat menjadi kanal nasional dalam rangka perbaikan dan pengawalan pelayanan publik. Dan diharapkan SP4N-LAPOR! akan semakin besar dan turut serta dalam perbaikan program pemerintah. (AWN)

 

Read more: SP4N-LAPOR!, Sinergi Demi Pelayanan Publik yang Lebih Baik

Go to top