Sepanjang Februari 2019 upah buruh tani secara riil naik sebesar 0,62%. Kenaikan upah riil tersebut terjadi akibat deflasi pada periode Februari sebesar 0,08%. (Badan Pusat Statistik, 2019). Kenaikan upah riil tidak dapat dijadikan acuan kesejahteraan buruh di Indonesia mengingat demonstrasi yang marak dilakukan pada Peringatan Hari Buruh. Tuntutan pekerjaan yang tidak sesuai dengan pendapatan yang diterima menyebabkan ketidakpuasan pekerja. Pada artikel kali ini, mari kita mengingat kembali sejarah penetapan hari buruh, Selamat Membaca #SahabatLAPOR!

Read more: Sejarah Peringatan Hari Buruh di Indonesia

Seorang masyarakat pada tanggal 22 Januari 2018 pagi hari melaporkan via SMS mengenai Lampu PJU Padam pada tiang nomor 2 dan 3 di Jalan Cempaka 8 RT 003, Kelurahan Mawar, Kota Banjarmasin.
Pada hari yang sama, laporan dengan tracking ID #2071270 telah di teruskan oleh admin pusat ke Pemerintah Kota Banjarmasin. Kemudian Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Banjarmasin langsung melakukan pengecekan dan perbaikan di lapangan. Dengan demikian, lampu PJU telah berfungsi kembali sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan nyaman.
Berikut terlampir bukti tindaklanjuti yang telah dilakukan pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Banjarmasin.

 


Simak kisah sukses selengkapnya di:
https://www.lapor.go.id/pengaduan/2071270/lain-lain/pju_di_jl_cempaka_8_lampunya_mati.html

Halo, Sahabat LAPOR!

Saat ini LAPOR! telah terhubung dengan 34 Kementrian, 145 Lembaga, 34 Provinsi, 416 Pemerintah Kabupaten dan 98 Pemerintah Kota. Untuk mempermudah Sahabat dalam menyampaikan laporan kepada Provinsi, Kabupaten maupun Kota yang ingin dilaporkan kami akan menyampaikan kode unik (prefix) SMS untuk daerah tersebut. Jadi, laporan Sahabat bisa segera masuk  ke Pemerintah daerah yang dituju. Misalnya saja Sahabat ingin melaporkan adanya jalanan yang berlubang di daerah Kota Bekasi yang menyebabkan kemacetan dan ingin melaporkan lewat SMS, silahkan ketik BEKASIKOTA beserta laporan kejadian ke-1708 maka Pemda Kota Bekasi dapat segera menanggapi aduan Sahabat tanpa melewati proses verifikasi oleh Admin Nasional. Mudah bukan? Tunggu apa lagi, #AyoLAPOR!

Berikut daftar kode unik  Pemerintah Daerah yang telah terhubung dengan LAPOR!

Read more: Kode Unik Pemerintah Daerah Yang Terhubung dengan SP4N-LAPOR!

Apakah teman-teman LAPOR! tahu tentang pilihan melapor dengan cara “Anonim” dan “Rahasia”?

Dengan adanya dua pilihan melapor, enggak perlu khawatir tentang identitas atau data pribadi yang sudah Anda lampirkan ke LAPOR! Data Anda tetap aman dan tidak akan digunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Berikut cara menggunakannya :

  1. Apabila melapor lewat lapor.go.id dapat memilih pilihan “Anonim” atau “Rahasia” di bagian bawah sebelah kanan kolom pengisian laporan. 
  2.  Apabila melalui SMS ke 1708, dapat meminta untuk membuat laporan tersebut “Anonim” atau “Rahasia”

Fitur “Anonim” berguna untuk membuat identitas pelapor, seperti nama, email, dan nomor telpon, tidak dapat dilihat oleh pihak terlapor maupun publik. Dengan fitur ini, data rekan LAPOR! akan berubah menjadi “Anonim” secara otomatis dan tidak ada yang akan tahu nama pelapor.

Enggak hanya itu, nama pelapor juga tidak dapat diketahui oleh masyarakat, bahkan Kementerian Lembaga dan Pemerintah Daerah atau K/L/D.

Adapun fitur “Rahasia” berfungsi untuk membuat seluruh laporan rekan LAPOR! menjadi tidak dapat dilihat oleh publik. Laporan hanya dapat dilihat oleh pelapor dan instansi yang dilaporkan.

Tak hanya itu, Anda juga dapat menggunakan fitur “Anonim” dan “Rahasia” bersamaan. Sehingga, nama Anda menjadi anonim dan laporannya tidak akan bisa dilihat oleh publik. Jadi, enggak susah kan menggunakan dua fitur ini? Ayo LAPOR! melalui www.lapor.go.id atau SMS ke 1708. (CR)

Read more: Mau Laporan Anda Jadi Anonim atau Rahasia, Ini Caranya!

Data mahasiswa Anda tidak terdaftar dalam laman Forlap DIKTI. Mari LAPOR!

Laman forlap.ristekdikti.go.id atau biasa disebut laman Forlap Dikti adalah informasi yang berasal dari Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti) yang merupakan kumpulan data perguruan tinggi secara nasional yang dikelola Pusat Data dan Informasi Iptek Dikti.

Pendataan pendidikan tinggi mulai diberlakukan pada tahun akademik 2002/2003. Adapun untuk perguruan tinggi agama dan kementerian lain, mulai diberlakukan antara tahun 2009-2014. Kendati demikian, terdapat mahasiswa yang mengaku datanya belum terdaftar.

Hingga kini, sudah ada beberapa mahasiswa dan yang sudah lulus melapor melalui web LAPOR! Beragam laporan mereka sampaikan, di antaranya data seperti ijazah yang tidak masuk atau belum terdaftar di Forlap DIKTI, kesalahan data, dan sebagainya. Para pelapor pun menilai jika data tak ditemukan, maka ijazah S1/S2/S3 dianggap palsu, dan masalah lainnya.

Langsung saja, ini simulasi bagaimana cara melihat data mahasiswa di laman PDDikti (forlap).

  1. Langkah pertama silahkan mengunjungi laman PDDikti http://forlap.dikti.go.id/
  2. Setelah masuk di PDDikti, selanjutnya silahkan masuk pada Menu > Pencarian Data sub menu > Profil Mhs
  3. Kemudian anda akan diarahkan pada halaman Pencarian data mahasiswa.
  4. Untuk nama perguruan tinggi silahkan masukkan kata kunci nama perguruan tinggi, tulis perlahan saja nanti akan ditampilkan daftar perguruan tinggi tujuan anda. (Pastikan perguruan tinggi terdaftar)
  5. Kemudian pilih prodi asal anda, kata kunci bisa NIM atau Nama (yang lebih tepat NIM)
  6. Kemudian masukkan kode captcha dengan benar dan Klik > Cari Mahasiswa (jika captcha sudah betul akan tetapi masih dianggap salah oleh sistem, ganti/klik gambar captcha)
  7. Setelah itu anda akan diarahkan ke laman data mahasiswa hasil pencarian (Selamat anda berhasil)
  8. Untuk melihat detail mahasiswa silahkan klik Nama Mahasiswa anda, sehingga anda akan diarahkan ke laman detail profil mahasiswa.
  9. Untuk melihat riwayat study bisa di klik tulisan > Riwayat Study

Jika belum terdata, Anda jangan khawatir! Belum terdata bukan berarti ijazah kalian dianggap palsu atau ilegal. Bisa jadi data belum selesai dilaporkan. Untuk itu, segera hubungi Perguruan Tinggi guna meminta pengelola PDDikti melengkapi dan memperbarui data yang valid.

Anda juga bisa melapor melalui pelayanan pengaduan publik LAPOR! di www.lapor.go.id atau sms ke 1708. (CR)

 

Read more: Belum Terdaftar di Forlap DIKTI? Ayo Cek dan LAPOR!

Go to top